Ketum HIPNUSA Silaturahmi dengan Pengusaha Indramayu, Bahas Percepatan Pembangunan hingga Peluang Perumahan MBR)

Share :

Baca Juga :

INDRAMAYU — Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), Aditya, melakukan pertemuan silaturahmi dengan sejumlah pengusaha dan pelaku usaha di Kabupaten Indramayu. Lokasi pertemuan dikantor PT Adhirajasa Indraprasta Nirwana Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi strategis yang membahas berbagai peluang percepatan pembangunan daerah, mulai dari sektor properti, penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan ekonomi daerah. (9/3/2026).

Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh gagasan konstruktif. Budi membuka diskusi dengan menyoroti pentingnya pendekatan analisis manajemen dalam mendorong percepatan pembangunan di Indramayu. Ia menilai potensi ekonomi daerah yang cukup besar perlu diimbangi dengan perencanaan strategis serta kolaborasi lintas sektor.

“Indramayu memiliki peluang yang besar untuk berkembang lebih cepat. Namun diperlukan manajemen pembangunan yang terarah serta kerja sama antara pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Budi dalam diskusi tersebut.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Azis yang memaparkan perkembangan sektor properti di Indramayu. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan hunian serta pertumbuhan aktivitas ekonomi membuka peluang bagi para pengembang untuk memperluas investasi di sektor perumahan.

Azis menilai, pembangunan properti tidak hanya berorientasi pada bisnis semata, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja serta perputaran ekonomi di berbagai sektor pendukung.

Sementara itu, Wawan menyoroti peluang pengembangan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia menyampaikan bahwa dirinya telah memiliki database yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan penyediaan hunian bagi kelompok masyarakat tersebut.

Menurutnya, program perumahan MBR dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, hingga tenaga kerja lokal.

“Penyediaan perumahan bagi MBR bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga bisa menjadi stimulus ekonomi yang signifikan bagi daerah,” kata Wawan.

Diskusi semakin berkembang ketika Rudi memaparkan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pengembangan sektor properti dan ekonomi daerah. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pengelolaan data, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi dalam berbagai aktivitas bisnis.

Menurut Rudi, transformasi digital juga dapat menjadi salah satu strategi untuk mempercepat integrasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Menutup rangkaian diskusi, Aditya menyampaikan apresiasi atas berbagai ide dan gagasan yang muncul dalam forum tersebut. Ia menilai pertemuan semacam ini penting untuk membangun kolaborasi antar pelaku usaha dalam mendorong pembangunan daerah.

Aditya juga menegaskan bahwa HIPNUSA siap mendukung berbagai program dan inisiatif yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indramayu.

“Saya sangat mengapresiasi gagasan dan pemikiran yang disampaikan dalam diskusi ini. HIPNUSA siap mendukung berbagai program yang lahir dari pertemuan ini, baik secara pribadi maupun melalui organisasi, agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indramayu,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha, organisasi pengusaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif serta berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.