HIPNUSA GANDENG COACH IBNU SHOLIHIN,PERKUAT KAPASITAS ANGGOTA MELALUI EDUKASI DIGITALISASI UMKM

Share :

Baca Juga :

JAKARTA–Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan dan daya saing pelaku Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di Indonesia.Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menghadirkan edukasi digitalisasi UMKM bagi para anggota dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HIPNUSA DKI Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu,1 November 2026,tersebut menghadirkan Coach Ibnu Sholihin,untuk memberikan edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya transformasi digital dalam pengembangan usaha di era modern.

Dalam pemaparannya,Coach Ibnu Sholihin menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan,melainkan kebutuhan penting bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan, berkembang,dan bersaing di tengah perubahan dunia usaha yang semakin dinamis.

Menurutnya,pelaku UMKM harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital,khususnya dalam memanfaatkan media sosial dan platform komunikasi digital sebagai sarana pemasaran,pelayanan pelanggan,serta peningkatan penjualan.

“UMKM hari ini tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus.Pelaku usaha juga harus mampu memperkenalkan produknya secara digital,membangun kepercayaan konsumen,dan menciptakan strategi pemasaran yang tepat.Digitalisasi menjadi salah satu kunci agar UMKM bisa naik kelas dan memiliki daya saing lebih luas,” ungkap Coach Ibnu Sholihin dalam sesi edukasi

MENDORONG UMKM LEBIH MAJU MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI

Dalam materi yang disampaikan, peserta mendapatkan wawasan mengenai beberapa aspek penting digitalisasi UMKM,di antaranya:

1.Optimalisasi Facebook dan Instagram sebagai media promosi untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun branding usaha.

2.Pemanfaatan WhatsApp Business untuk meningkatkan kualitas pelayanan, komunikasi, dan hubungan dengan pelanggan.

3.Strategi pemasaran digital melalui pembuatan konten kreatif, foto produk, video promosi, dan informasi usaha yang menarik.

4.Membangun kepercayaan konsumen melalui identitas bisnis yang profesional dan konsisten di berbagai platform digital.

5.Pengembangan jaringan pemasaran dengan memanfaatkan ekosistem digital untuk membuka peluang pasar yang lebih luas.

Edukasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis kepada para anggota HIPNUSA agar tidak hanya menjadi pelaku usaha yang mampu menghasilkan produk,tetapi juga menjadi entrepreneur yang adaptif,inovatif,dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya.

HIPNUSA HADIR SEBAGAI MITRA STRATEGIS PELAKU UMKM

Melalui kegiatan ini HIPNUSA kembali menegaskan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha,tetapi juga sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas,kompetensi,dan kualitas sumber daya manusia para anggotanya.

HIPNUSA berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program edukasi, pelatihan, pendampingan,serta kolaborasi strategis yang dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan dunia usaha,khususnya sektor UMKM.

Kehadiran Coach Ibnu Sholihin dalam memberikan edukasi digitalisasi UMKM menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kemajuan usaha harus diiringi dengan peningkatan pengetahuan,keterampilan,dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

BERSAMA HIPNUSA, UMKM INDONESIA HARUS NAIK KELAS!

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun semangat baru bagi seluruh anggota HIPNUSA agar semakin berani melakukan perubahan dan memanfaatkan peluang di era digital.

Sebab,masa depan UMKM bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun jaringan,memasarkan produk, mengelola bisnis,dan memanfaatkan teknologi.

HIPNUSA percaya bahwa UMKM yang kuat adalah UMKM yang terus belajar, berani berinovasi,dan mampu beradaptasi.

Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan,HIPNUSA siap menjadi bagian dari gerakan besar dalam mewujudkan UMKM Indonesia yang mandiri,modern,berdaya saing,dan mampu menembus pasar yang lebih luas.