Catatan Ketua Umum HIPNUSA M. Aditya Prabowo tentang pentingnya membangun kebiasaan membaca di tengah kesibukan organisasi dan dunia usaha.
Oleh: M. Aditya Prabowo
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA)
Mungkin ada bapak dan ibu di grup nasional HIPNUSA yang bertanya-tanya, kenapa saya cukup sering menulis dan membagikan artikel. Hampir setiap hari ada saja tulisan yang saya kirim. Saya juga memahami kalau mungkin ada yang merasa kurang nyaman atau bertanya, apakah saya ingin terlihat paling pintar atau paling tahu.
Saya ingin meluruskan hal itu. Saya tidak pernah bermaksud menunjukkan bahwa saya paling pintar. Saya juga masih banyak belajar. Justru karena masih belajar itulah saya senang membaca, menulis, kemudian membagikan apa yang saya dapatkan kepada teman-teman di HIPNUSA.
Sebagai Ketua Umum, saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk mengajak keluarga besar HIPNUSA terus belajar. Salah satu cara yang paling sederhana adalah membangun kebiasaan membaca. Saya tidak sedang meminta semua orang membaca buku setiap hari atau menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca. Lima menit saja setiap hari menurut saya sudah cukup untuk memulai.
Memang, membaca satu artikel tidak akan langsung membuat seseorang berubah. Kita juga tidak bisa berharap setelah membaca satu tulisan, besok wawasan langsung berubah secara drastis. Semua membutuhkan proses. Tetapi kalau dilakukan terus-menerus, sedikit demi sedikit pengetahuan akan bertambah, kosa kata semakin luas, dan cara kita melihat sebuah persoalan juga akan berkembang.
Hal sederhana seperti itu yang sebenarnya ingin saya bangun di HIPNUSA. Saya ingin kita punya kebiasaan untuk mencari tahu sebelum menyimpulkan sesuatu. Kita membaca lebih banyak, kemudian kita berpikir, lalu kita mengambil apa yang menurut kita baik. Tidak harus selalu setuju dengan apa yang kita baca.
Bagi seorang pengusaha, kebiasaan seperti ini sangat penting. Dunia usaha terus bergerak. Kondisi pasar berubah, teknologi berkembang, kebijakan pemerintah berganti, dan pola konsumen juga tidak pernah benar-benar sama. Kalau kita hanya mengandalkan pengetahuan yang kita miliki hari ini, lama-lama kita akan tertinggal.
Membaca membuat kita mengetahui apa yang sedang terjadi di luar lingkungan kita. Kita bisa melihat pengalaman orang lain, memahami sudut pandang yang berbeda dan mendapatkan gagasan yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Dari sana, kita bisa belajar mengambil keputusan dengan pertimbangan yang lebih luas.
Tetapi bagi saya, membaca bukan hanya soal menambah pengetahuan. Manusia dalam menjalani kehidupan tidak hanya digerakkan oleh pikiran, tetapi juga oleh hati. Karena itu, hati juga perlu mendapatkan nutrisi. Salah satunya melalui bacaan yang baik dan bermanfaat.
Ada kalanya kita membaca sesuatu kemudian merasa tersentuh atau bahkan merasa sedang diingatkan. Kita mungkin menemukan tulisan yang membuat kita melihat kembali sikap kita sendiri. Dari sana muncul keinginan untuk memperbaiki diri. Jadi, membaca juga bisa menjadi cara untuk melakukan introspeksi.
Membaca juga mengajarkan kita untuk lebih sabar. Di tengah kebiasaan mendapatkan informasi secara cepat melalui media sosial, kita sering kali baru membaca judul sudah merasa tahu semuanya. Padahal, sebuah persoalan tidak selalu bisa dipahami hanya dari judul atau beberapa kalimat.
Karena itu saya berharap anggota HIPNUSA tidak mudah merasa sudah paling tahu. Semakin banyak kita membaca, justru semakin kita memahami bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui. Sikap seperti ini menurut saya penting dimiliki oleh seorang pengusaha maupun pemimpin.
Kalau selama ini saya sering membagikan artikel di grup nasional HIPNUSA, anggap saja itu sebagai ajakan untuk belajar bersama. Kalau ada tulisan yang menurut bapak dan ibu kurang tepat, tidak perlu sungkan untuk menyampaikan pendapat. Kalau ada yang tidak sesuai dengan pemikiran kita, tidak masalah. Kita bisa berdiskusi dan mengambil sisi yang bermanfaat.
Saya tidak berharap semua orang harus membaca tulisan yang saya bagikan. Yang saya harapkan adalah tumbuhnya kebiasaan membaca di antara kita. Silakan membaca dari sumber mana pun yang dianggap baik. Yang penting ada kemauan untuk menambah wawasan.
Saya percaya organisasi yang kuat bukan hanya karena jumlah anggotanya banyak, tetapi karena orang-orang di dalamnya mau berkembang. HIPNUSA harus menjadi tempat di mana para pengusaha bisa saling belajar, berbagi pengalaman dan membuka wawasan satu sama lain.
Karena itu, mari mulai dari hal sederhana. Luangkan waktu lima menit sehari untuk membaca. Kalau hari ini hanya mendapatkan satu pengetahuan baru, itu sudah baik. Besok mendapatkan satu lagi, begitu seterusnya. Lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi budaya.
Jadi, sekali lagi, saya rajin menulis dan membagikan artikel bukan karena merasa paling pintar atau paling tahu. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk tidak berhenti belajar.
Saya sendiri masih terus belajar. Apa yang saya baca mungkin bermanfaat bagi orang lain, dan apa yang dibaca oleh bapak dan ibu mungkin juga bisa menjadi pembelajaran bagi saya. Dengan cara seperti itu, kita bisa saling mengisi dan tumbuh bersama.
Mari kita bangun HIPNUSA sebagai rumah bagi para pengusaha yang tidak pernah berhenti belajar, terbuka terhadap wawasan baru, dan mau terus memperbaiki diri.








