Oleh: Muhammad Aditya Prabowo
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara
Beberapa waktu yang lalu saya bertanya kepada anggota HIPNUSA, “Mengapa papan catur memiliki 64 kotak?”
Jawabannya beraneka ragam. Ada yang mengatakan karena aturan permainan, ada yang menjawab agar strategi bisa berjalan seimbang, bahkan ada yang mengaitkannya dengan sejarah lahirnya permainan catur itu sendiri. Semua jawaban tersebut tentu tidak salah, karena setiap orang memandang dari sudut pemahamannya masing-masing.
Namun menurut saya, di balik 64 kotak itu tersimpan sebuah filosofi kehidupan yang jauh lebih dalam.
Papan catur mengajarkan bahwa hidup tidak selalu berada di kotak yang kita inginkan. Ada saatnya kita berada di posisi yang nyaman, tetapi tidak sedikit kita harus melangkah melalui kotak-kotak yang penuh tantangan. Setiap langkah menuntut pertimbangan, kesabaran, keberanian, dan kebijaksanaan. Tidak ada kemenangan yang lahir dari langkah yang tergesa-gesa.
Enam puluh empat kotak itu saya ibaratkan sebagai perjalanan manusia dalam membangun diri, keluarga, usaha, organisasi, dan pengabdian kepada bangsa. Setiap kotak adalah fase kehidupan yang harus dilalui. Ada kotak yang menghadirkan peluang, ada yang menguji kesabaran, ada yang mengajarkan kerendahan hati, dan ada pula yang menempa ketangguhan. Tidak semua perjalanan akan mudah, tetapi setiap pengalaman selalu memiliki makna bagi mereka yang mau belajar.
Dalam organisasi seperti HIPNUSA, filosofi ini menjadi sangat relevan. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, memiliki pengalaman usaha yang tidak sama, dan menghadapi tantangan yang beragam. Namun ketika semua anggota bergerak dengan visi yang sama, setiap langkah akan saling menguatkan. Tidak ada kotak yang lebih mulia daripada kotak lainnya, karena setiap posisi memiliki peran dalam menjaga keseimbangan permainan.
Catur juga mengajarkan bahwa setiap bidak memiliki fungsi. Raja tidak akan bertahan tanpa perlindungan, benteng tidak akan kuat tanpa strategi, gajah dan kuda memiliki keunggulan masing-masing, sementara pion yang sering dianggap paling kecil justru menjadi fondasi kemenangan. Bahkan, ketika pion terus melangkah dengan penuh ketekunan hingga mencapai ujung papan, ia dapat berubah menjadi bidak yang lebih kuat. Itulah pelajaran bahwa siapa pun yang terus belajar, bekerja keras, dan menjaga integritas akan memiliki kesempatan untuk berkembang melampaui keterbatasannya.
Begitu pula di HIPNUSA. Tidak ada anggota yang terlalu kecil untuk diperhatikan atau terlalu besar untuk tidak membutuhkan orang lain. Organisasi yang kuat dibangun oleh kebersamaan, saling percaya, dan kesediaan untuk bertumbuh bersama. Keberhasilan bukan hanya milik seorang pemimpin, tetapi hasil dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota.
Karena itu, jangan hanya menghitung jumlah kotaknya. Pahami makna perjalanan di dalamnya. Hidup bukan tentang seberapa cepat kita melangkah, melainkan seberapa bijaksana kita menentukan arah. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang untuk belajar, melayani, dan memberi manfaat yang lebih luas.
Bagi saya, 64 kotak papan catur bukan sekadar media permainan. Ia adalah cermin kehidupan. Sebuah pengingat bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi, setiap tantangan membawa pelajaran, dan setiap perjalanan akan menemukan maknanya ketika dijalani dengan visi, integritas, kerja sama, serta keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mari kita jadikan HIPNUSA sebagai wadah untuk melangkah bersama, menyusun strategi dengan bijaksana, saling menguatkan dalam setiap tantangan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, serta Indonesia.









