Oleh : Muhammad Aditya Prabowo
Dalam kesempatan ini, saya selaku Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) ingin menyampaikan kepada seluruh anggota dan masyarakat bahwa semangat yang dibangun dalam program Masakan Nusantara bukan semata-mata untuk menciptakan sebuah usaha kuliner, tetapi lebih dari itu, yaitu membangun ekosistem kewirausahaan yang berlandaskan nilai gotong royong, kebersamaan, dan pemberdayaan anggota.
Program Masakan Nusantara dirancang sebagai usaha bersama yang melibatkan anggota HIPNUSA dari berbagai tingkatan, mulai dari ultra mikro, mikro, hingga anggota yang sedang meningkatkan skala usahanya. Program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan, pembinaan, dan pembentukan rekam jejak usaha (portofolio) bagi anggota.
Program ini diperuntukkan bagi seluruh anggota HIPNUSA dan masyarakat yang memiliki semangat untuk tumbuh dan maju bersama. Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkontribusi, dan memperoleh manfaat dari usaha yang dibangun secara kolektif.
Semangat gotong royong ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia. Kekayaan kuliner Nusantara yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan potensi besar yang harus dikelola bersama demi memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya persaingan usaha saat ini, diperlukan model bisnis yang mampu memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Berdasarkan data pemerintah, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tidak sedikit yang bertanya, mengapa program Masakan Nusantara tidak dikelola oleh satu investor saja?

Dalam kesempatan ini, saya selaku Ketua Umum HIPNUSA ingin menegaskan bahwa tujuan utama organisasi bukan sekadar membangun satu usaha yang besar, melainkan menciptakan lebih banyak pengusaha yang mandiri dan berdaya saing.
Apabila seluruh usaha diserahkan kepada satu investor, maka manfaatnya hanya akan terpusat pada pihak tertentu. Sementara melalui sistem gotong royong, anggota akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
- Memiliki kesempatan belajar menjalankan usaha secara langsung.
- Membangun portofolio usaha yang akan menjadi nilai tambah dalam pengembangan bisnis pribadi di masa mendatang.
- Memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan kepercayaan dari mitra usaha maupun lembaga keuangan.
- Meringankan beban modal dan risiko usaha melalui kebersamaan.
- Memiliki branding dan rekam jejak sebagai pelaku usaha yang aktif dan produktif.
Karena sesungguhnya, tujuan HIPNUSA adalah “Tumbuh Bersama – Maju Bersama”, bukan tumbuh sendiri dan maju sendiri.
Melalui program ini, HIPNUSA ingin memberikan edukasi kepada anggota agar:
- Berani memulai usaha meskipun dari skala kecil.
- Memahami pentingnya kolaborasi dibandingkan berjalan sendiri-sendiri.
- Memiliki portofolio usaha yang dapat menjadi modal dalam mengembangkan bisnis pribadi di masa depan.
- Membangun jaringan dan kemitraan yang lebih luas.
- Menumbuhkan budaya gotong royong sebagai kekuatan ekonomi bangsa.
- Mengembangkan usaha lain, termasuk sektor properti dan bidang usaha produktif lainnya secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini pula, saya selaku Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) mengajak seluruh anggota untuk tidak hanya berpikir tentang keuntungan jangka pendek, tetapi juga memikirkan bagaimana menciptakan manfaat yang lebih besar bagi sesama anggota dan masyarakat.
Mari kita jadikan program Masakan Nusantara sebagai wadah untuk belajar, bertumbuh, dan melahirkan lebih banyak pengusaha yang kuat, mandiri, dan berintegritas.
Karena saya meyakini bahwa keberhasilan yang dibangun melalui kebersamaan akan lebih kokoh dibandingkan keberhasilan yang hanya dinikmati oleh segelintir orang.
HIPNUSA hadir bukan untuk membesarkan satu orang, melainkan untuk membesarkan banyak orang. Bukan untuk menciptakan satu pengusaha besar, tetapi untuk melahirkan sebanyak mungkin pengusaha yang mampu tumbuh bersama dan maju bersama demi Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.









