Di tengah tantangan global yang menuntut keterampilan lintas batas, sebuah inisiatif visioner muncul dari sebuah desa yang mungkin belum banyak dikenal orang: Gabus Wetan. Desa kecil yang terletak di Kabupaten Indramayu ini perlahan namun pasti sedang menyiapkan diri menjadi pusat lahirnya para pengusaha masa depan bukan sekadar pengusaha biasa, tapi mereka yang menguasai bahasa Inggris sebagai alat utama untuk membuka dunia.
Gagasan besar ini lahir dari Ketua Umum HIPNUSA (Aditya) yang meyakini bahwa bahasa adalah gerbang utama komunikasi dan awal dari peningkatan taraf ekonomi. Dalam pandangan beliau, sebelum berbicara tentang modal, teknologi, atau pasar, masyarakat harus terlebih dahulu mampu berbahasa karena dari situlah pemahaman dan jejaring terbentuk.
HIPNUSA tidak datang dengan janji-janji kosong. Mereka membawa program pelatihan bahasa Inggris berbasis kewirausahaan yang langsung menyasar generasi muda Gabus Wetan. Melalui pendekatan yang praktis dan kontekstual, anak-anak muda tidak hanya diajarkan struktur kalimat, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk, menulis proposal bisnis, hingga mempresentasikan ide usaha mereka kepada dunia luar.
Mengapa Gabus Wetan?
Menurut Ketua Umum HIPNUSA, Gabus Wetan dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, semangat gotong royong, dan kehausan akan perubahan. Desa ini menjadi semacam laboratorium hidup untuk membuktikan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Justru, desa-desa seperti Gabus Wetan adalah tempat yang subur bagi tumbuhnya mimpi-mimpi besar.
Bahasa Sebagai Aset Ekonomi
Di era globalisasi, penguasaan bahasa Inggris bukan lagi sekadar kebanggaan, melainkan kebutuhan strategis. HIPNUSA percaya bahwa dengan kemampuan berbahasa Inggris, masyarakat desa dapat:
- Menjangkau pasar internasional melalui e-commerce
- Menarik investor atau mitra usaha dari luar negeri
- Meningkatkan nilai jual produk lokal
- Mengakses ilmu dan inovasi dari berbagai penjuru dunia
Bagi HIPNUSA, ini bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan ekonomi berbasis literasi bahasa.
Menuju Inspirasi Ekonomi Baru
Program ini diharapkan tidak hanya mencetak individu yang sukses secara personal, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain untuk bertransformasi lewat cara yang serupa. Gabus Wetan dijadikan model bagaimana bahasa, jika digunakan secara strategis, dapat menjadi alat pemberdayaan ekonomi.
Seperti kata pepatah, “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama.” HIPNUSA dan Gabus Wetan kini berjalan bersama, menuju cita-cita yang tak hanya mengubah satu desa, tapi juga menginspirasi ribuan lainnya.









