One Day or Day One: Saatnya Memilih Jalan yang Menentukan Masa Depan

Share :

one day
Baca Juga :

Oleh: M. Aditya Prabowo

Dalam perjalanan hidup, setiap orang dihadapkan pada pilihan yang sederhana namun menentukan: menunggu “One Day” atau memulai “Day One”. Dua frasa ini terdengar mirip, tetapi perbedaannya bagaikan siang dan malam.

“One Day” adalah janji yang sering kita ucapkan pada diri sendiri. “Suatu hari nanti saya akan memulai bisnis,” “Suatu hari nanti saya akan menulis buku,” “Suatu hari nanti saya akan mengejar mimpi saya.” Sayangnya, “suatu hari” itu sering berubah menjadi besok, minggu depan, tahun depanhingga akhirnya tak pernah tiba.

Sebaliknya, “Day One” adalah sikap mental yang menandai awal dari sebuah perjalanan. Ini adalah momen ketika kita berhenti menunda dan mulai melangkah, meski langkah itu kecil. Memulai hari pertama berarti menerima segala ketidaksempurnaan, tantangan, dan risiko, tetapi juga membuka pintu pada kemungkinan yang tak terbatas.

Seperti yang kerap saya tekankan kepada rekan-rekan muda dan para penggerak bangsa:

Kesempatan jarang datang dua kali. Menunggu waktu yang tepat sering berarti kehilangan momentum.

Keberanian memulai lebih berharga dari sekadar perencanaan. Peta yang sempurna tidak ada gunanya jika kita tak pernah berjalan.

Hari ini adalah aset paling berharga. Masa depan dibangun dari apa yang kita lakukan sekarang, bukan dari apa yang kita rencanakan nanti.

Dalam dunia yang bergerak cepat, mereka yang berani memulai akan selalu selangkah di depan. Pendidikan, modal, dan pengalaman memang penting, tetapi tanpa keberanian mengambil langkah pertama, semua itu hanya akan menjadi potensi yang tersimpan.

Bayangkan jika semua tokoh besar dunia menunggu momen sempurna. Sejarah tidak akan mencatat nama mereka. Karena mereka memilih “Day One”, maka dunia berubah.

Hari ini bisa menjadi titik awal untuk apa pun: memulai usaha, menulis buku, belajar keterampilan baru, atau mengubah pola hidup. Tidak perlu menunggu siap seratus persen karena kesiapan sejati sering lahir di tengah perjalanan, bukan sebelum memulainya.

Jangan biarkan mimpi kita terperangkap di balik kata “One Day”. Jadikan hari ini sebagai “Day One” yang akan dikenang di masa depan.