Oleh: Muhammad Aditya Prabowo
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Di tengah derasnya arus pertumbuhan ekonomi dan dinamika bisnis, kita sebagai pengusaha sering diuji pada satu pertanyaan mendasar: apakah bisnis dan kekayaan yang kita kejar adalah tujuan akhir hidup, ataukah sekadar sarana untuk mencapai tujuan yang lebih luhur? Sebagai Ketua Umum HIPNUSA, saya ingin mengajak seluruh anggota para pengusaha Nusantara mendaratkan visi usaha kita pada pijakan etika dan makna yang lebih besar: menjadikan dunia sebagai sarana, bukan tujuan akhir.
HIPNUSA lahir dan tumbuh untuk memperkuat kapasitas, integritas, dan kolaborasi para pelaku usaha Nusantara. Visi organisasi ini menegaskan pentingnya etika dan daya saing yang bertumpu pada nilai kebangsaan dan keberlanjutan bukan sekadar akumulasi modal. Peran kita bukan hanya mengejar laba tiap kuartal, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan generasi berikutnya.
Secara spiritual dan etik, tradisi besar bangsa kita mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Al-Qur’an menegaskan hakekat dunia sebagai sesuatu yang indah namun fana tidak boleh menjadi titik akhir orientasi hidup manusia. Surah Al-Hadid:20 menggambarkan dunia sebagai permainan dan perhiasan yang mengilusi; kehidupan akhirat-lah yang memberi makna hakiki. Pandangan ini tidak mengajarkan penolakan terhadap kemajuan atau usaha duniawi, melainkan menuntun kita memanfaatkan dunia sebagai ladang ladang amal, ladang karya, ladang pemberdayaan.
Bagi pengusaha HIPNUSA, pemahaman “dunia sebagai sarana” harus diterjemahkan ke dalam tindakan konkret
- Bisnis berorientasi manfaat (purpose-driven): Jadikan tujuan perusahaan jelas: selain profit, ukur keberhasilan juga dari dampak sosial lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan kontribusi pada ketahanan ekonomi daerah. Prinsip ini sejalan dengan semangat yang diangkat HIPNUSA dalam memperkuat UMKM sebagai pondasi perekonomian.
- Etika dan integritas sebagai modal utama: Integritas dalam praktik usaha membangun kepercayaan jangka panjang, yang lebih berharga daripada keuntungan singkat. HIPNUSA menekankan pembinaan dan advokasi yang menjunjung etika sebagai bagian dari visi organisasi.
- Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial: Gunakan sumber daya untuk menciptakan model bisnis yang ramah lingkungan dan inklusif. Menjadikan dunia sebagai sarana berarti meninggalkan warisan positif, bukan sekadar aset materi.
- Investasi pada manusia dan komunitas: Alihkan sebagian keuntungan untuk pelatihan tenaga kerja, program pengembangan UMKM lokal, dan kolaborasi antar pelaku usaha membangun ekosistem yang memperbesar kebaikan bagi banyak pihak.
- Keseimbangan dunia-akhirat dalam gaya hidup: Menjalankan usaha dengan semangat profesional sekaligus menjaga ibadah dan tanggung jawab spiritual; bukan memisahkan keduanya, melainkan mengharmoniskan.
Mengapa perspektif ini penting khususnya untuk anggota HIPNUSA? Karena kekuatan kolektif kita sebagai jaringan pengusaha nusantara mampu menggerakkan perubahan struktural: memperkuat ekosistem UMKM, mendorong proyek-proyek berorientasi masyarakat, dan memberi contoh bahwa kesuksesan bisnis dapat berpadu dengan kebaikan sosial. HIPNUSA sebagai wadah mendorong sinergi tersebut, menghubungkan pelaku usaha dengan peluang pembinaan, advokasi, dan kolaborasi untuk tujuan yang lebih luas.
Praktik sederhana yang dapat langsung diterapkan anggota:
- Sisihkan kebijakan CSR yang terukur: buat target dampak (mis. 50 usaha mikro dibina per tahun).
- Terapkan kode etik perusahaan yang dipantau dan dievaluasi berkala.
- Pilih mitra usaha berdasarkan kriteria keberlanjutan, bukan semata harga terendah.
- Dorong transformasi digital UMKM agar mereka naik kelas dan menjadi mitra rantai nilai.
Akhirnya, saya mengajak rekan-rekan pengusaha: jadikan usaha sebagai ladang amal dan kontribusi bukan sekadar mesin keuntungan. Ketika bisnis kita berakar pada nilai dan manfaat, maka kekayaan yang dihasilkan tidak hanya memperkaya kantong, tetapi juga memperkaya bangsa dan akhirat kita. Itulah jiwa pengusaha Nusantara yang saya harapkan: kompeten, berintegritas, dan bermakna.
Mari bersama HIPNUSA kita buktikan bahwa kemakmuran dapat diraih tanpa mengorbankan martabat sosial dan tanggung jawab moral. Dunia adalah sarana gunakanlah untuk menyiapkan bekal yang baik untuk akhirat, sambil mengangkat martabat saudara-saudara kita di tanah air.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.








