Oleh: Muhammad Aditya Prabowo
Dalam perjalanan sejarah peradaban manusia, wanita selalu memiliki peran yang sangat penting. Mereka bukan hanya pelengkap dalam kehidupan sosial, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membangun keluarga, masyarakat, bahkan negara. Oleh karena itu, ungkapan bahwa “wanita adalah tiang negara” bukanlah sekadar kiasan, melainkan sebuah kenyataan yang terbukti sepanjang sejarah.
Dalam Islam, kedudukan wanita ditempatkan pada posisi yang sangat mulia. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Pesan tersebut menunjukkan betapa besar penghormatan Islam terhadap perempuan, khususnya dalam perannya sebagai pendidik generasi. Seorang ibu tidak hanya melahirkan anak-anaknya ke dunia, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menentukan masa depan bangsa.
Jika kita ingin melihat masa depan suatu negara, maka lihatlah bagaimana negara tersebut memperlakukan para wanitanya. Sebab dari rahim perempuan lahir para pemimpin, ulama, cendekiawan, pengusaha, aparat negara, dan seluruh generasi penerus bangsa. Dari tangan seorang ibu pula lahir pendidikan pertama yang tidak tergantikan oleh lembaga pendidikan mana pun.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS. Luqman: 14).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perjuangan seorang wanita, khususnya seorang ibu, dimulai sejak mengandung, melahirkan, merawat, hingga mendidik anak-anaknya. Sebuah pengorbanan yang sering kali tidak terlihat, namun menjadi fondasi utama tegaknya sebuah keluarga dan bangsa.
Dalam sejarah Islam, kita mengenal sosok Khadijah binti Khuwailid yang menjadi pendukung utama perjuangan Rasulullah SAW. Kita juga mengenal Aisyah RA yang menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi umat Islam. Mereka membuktikan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup keluarga, tetapi juga berkontribusi besar dalam pembangunan peradaban.
Begitu pula dalam sejarah Indonesia. Kita mengenal Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan pendidikan perempuan, Dewi Sartika yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan, hingga banyak perempuan Indonesia masa kini yang berkiprah di berbagai sektor pembangunan. Mereka menunjukkan bahwa perempuan adalah kekuatan besar yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.
Di era modern saat ini, peran perempuan semakin luas. Mereka hadir sebagai pendidik, tenaga kesehatan, pengusaha, akademisi, pemimpin organisasi, birokrat, hingga penggerak ekonomi masyarakat. Kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Namun demikian, penghormatan terhadap perempuan tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk kata-kata atau peringatan seremonial. Penghormatan sejati adalah dengan memberikan ruang yang adil untuk berkembang, memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk terus menumbuhkan budaya menghargai perempuan. Kita harus menolak segala bentuk diskriminasi, perundungan, dan kekerasan terhadap perempuan. Sebaliknya, kita harus menjadi bagian dari gerakan yang mendukung lahirnya perempuan-perempuan hebat yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara.
Saya memandang bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kemajuan kaum perempuan. Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk berkembang, maka keluarga akan menjadi kuat. Ketika keluarga menjadi kuat, masyarakat akan kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, negara akan berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan zaman.
Karena itu, jangan lupakan peran wanita. Mereka adalah tiang tegaknya negara. Dari ketulusan kasih sayang mereka lahir generasi berakhlak. Dari kecerdasan mereka tumbuh peradaban. Dan dari pengorbanan mereka berdiri sebuah bangsa yang kuat dan bermartabat.
Mari kita muliakan perempuan, bukan hanya karena mereka bagian dari kehidupan kita, tetapi karena di tangan merekalah masa depan bangsa dipersiapkan.Penutup yang cocok untuk media:
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Keluarga yang kuat akan melahirkan bangsa yang hebat. Dan bangsa yang hebat akan mengantarkan negara menuju peradaban yang bermartabat.” Aditya








