oleh: Muhammad Aditya Prabowo
Bekasi, 25 Juni 2026
Pernyataan Ketua Umum Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI), Rukmana Padli, terkait maraknya aksi premanisme di Kota Bekasi sebagaimana diberitakan di media online asatuanonline.id pada 24 Juni 2026, patut menjadi perhatian serius seluruh elemen bangsa. Dugaan adanya intimidasi, pungutan liar, hingga ancaman terhadap jurnalis bukan hanya persoalan hukum semata, melainkan alarm bagi keamanan sosial dan iklim investasi daerah.
Sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), saya memandang bahwa premanisme merupakan salah satu hambatan nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkeadilan. Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum, rasa aman, dan lingkungan yang kondusif untuk berkembang. Tanpa ketiga hal tersebut, upaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi tantangan yang semakin berat.
Kota Bekasi merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa, dan hunian. Ribuan pelaku usaha menggantungkan aktivitas ekonominya di kota ini. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban harus menjadi perhatian bersama.
Premanisme tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga menimbulkan efek psikologis yang luas. Ketika masyarakat takut bersuara, wartawan takut menjalankan tugas jurnalistiknya, dan pelaku usaha merasa terancam dalam menjalankan kegiatan ekonomi, maka sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan pembangunan daerah itu sendiri.
Karena itu, HIPNUSA mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam memberantas segala bentuk premanisme, pungutan liar, intimidasi, maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum. Negara harus hadir dan menunjukkan bahwa tidak ada kelompok mana pun yang berada di atas hukum.
Namun demikian, pemberantasan premanisme tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum. Diperlukan langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan kewirausahaan, peningkatan keterampilan kerja, serta pembukaan akses usaha yang lebih luas bagi masyarakat.
Ke depan, HIPNUSA berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi potensi munculnya praktik premanisme melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pekerjaan, keterampilan, dan kesempatan usaha akan lebih mudah membangun kehidupan yang produktif dibandingkan terjebak dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sebagai organisasi yang menghimpun para pengusaha dari berbagai sektor, HIPNUSA akan terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Kami juga siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, akademisi, dan media untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah modal utama pembangunan.
Kami mengajak generasi muda, pelaku UMKM, profesional, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat membangun bangsa melalui jalur kewirausahaan untuk bergabung bersama HIPNUSA. Organisasi ini hadir bukan hanya sebagai wadah para pengusaha, tetapi juga sebagai rumah besar bagi mereka yang ingin berkontribusi menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan membangun Indonesia yang lebih maju.
Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Saatnya membangun masa depan yang lebih produktif dengan menjadikan kewirausahaan sebagai jalan perubahan.
Bekasi memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang aman, maju, dan berdaya saing tinggi. Potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila keamanan, ketertiban, dan kepastian hukum berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Mari kita bersama-sama menolak premanisme, mendukung penegakan hukum, memperkuat kewirausahaan, dan membangun Indonesia yang lebih sejahtera.








