Oleh: Muhammad Aditya Prabowo
Ada kalanya pujian terasa menyenangkan. Ketika orang mengatakan kita hebat, pintar, sukses, atau punya sesuatu yang berbeda, tentu ada rasa bangga di dalam diri. Namun, tanpa kita sadari, pujian yang terlalu sering bisa menjadi jebakan. Kita mulai menikmati pengakuan, merasa sudah cukup, dan perlahan kehilangan keinginan untuk terus belajar.
Seperti gambaran keledai yang melihat dirinya sebagai singa melalui sebuah cermin. Ia mungkin terlihat gagah karena bayangan yang ada di hadapannya, tetapi bayangan itu bukanlah kenyataan. Begitu juga dengan kehidupan kita. Apa yang orang lain katakan tentang kita tidak selalu menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Pujian adalah apresiasi atas apa yang sudah kita lakukan, bukan bukti bahwa kita sudah menjadi yang terbaik.
Karena itu, ketika dipuji, tetaplah rendah hati. Ketika dianggap pintar, tetaplah mau belajar. Ketika dianggap sukses, tetaplah ingat bahwa perjalanan masih panjang. Jangan sampai penilaian orang lain membuat kita berhenti berkembang. Sebab dunia terus berubah, dan selalu ada hal baru yang harus kita pelajari.
Menurut saya, keberhasilan bukan tentang seberapa sering orang mengatakan “kamu hebat.” Keberhasilan adalah ketika kita masih mampu melihat kekurangan diri sendiri, berani menerima kritik, dan punya kemauan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.
Jangan terlalu sibuk mengejar pujian. Kejarlah pertumbuhan. Jangan bergantung pada pengakuan. Bangunlah kemampuan. Karena pada akhirnya, yang membuat kita bertahan bukanlah seberapa tinggi orang menilai kita, tetapi seberapa kuat kita terus memperbaiki diri.
Tetap rendah hati. Tetap belajar. Tetap bertumbuh.









