Kami Kehabisan Modal, Tapi Belum Kehabisan Harapan

Share :

Baca Juga :

Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, suara pelaku UMKM kecil sering kali tenggelam. Namun hari ini, Ilham—seorang pedagang kecil—menyampaikan harapan besarnya kepada HIPNUSA sebagai rumah bersama bagi para pelaku UMKM yang sedang berjuang.

“Terus terang, kami sebagai pedagang kecil sudah kehabisan akal dan modal. Untuk bertahan saja sulit, apalagi untuk maju,” ucap Ilham dengan nada penuh kejujuran.

Ilham bukan satu-satunya. Ia mewakili jutaan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, namun kerap berjalan sendiri tanpa pendampingan, tanpa akses permodalan yang memadai, dan tanpa jaringan usaha yang kuat. Dalam kondisi seperti ini, keberadaan organisasi seperti HIPNUSA menjadi harapan besar.

Ilham bercita-cita HIPNUSA tidak hanya menjadi nama, tetapi benar-benar hadir sebagai wadah perjuangan, rumah solusi, dan jembatan kesempatan bagi UMKM. Wadah yang mampu:

  • Membuka akses permodalan yang adil dan realistisMemberikan
  • pendampingan usaha dan literasi bisnis
  • Membangun jaringan pasar dan kemitraan
  • Menjadi suara UMKM kecil dalam kebijakan ekonomi

“Kami tidak minta dimanjakan, kami hanya ingin dibimbing dan diberi kesempatan,” lanjut Ilham.

Harapan Ilham adalah cermin dari kegelisahan sekaligus optimisme pelaku UMKM. Di satu sisi, mereka lelah berjuang sendiri. Di sisi lain, mereka masih percaya bahwa dengan kolaborasi, gotong royong, dan organisasi yang kuat, kebangkitan itu mungkin terjadi.

HIPNUSA diharapkan hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan nyata—yang turun ke bawah, mendengar keluhan, dan menghadirkan solusi. Karena ketika UMKM kecil diberi ruang untuk tumbuh, maka ekonomi bangsa pun ikut menguat.

Cita-cita Ilham sederhana, namun bermakna besar: UMKM tidak lagi berjalan sendiri, dan HIPNUSA menjadi tempat bernaung untuk bangkit bersama.