Bekasi – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional, Muhammad Aditya Prabowo, Penggagas dan Pendiri sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat peran santri dalam pembangunan nasional, khususnya melalui pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Menurut Aditya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penggerak ekonomi Indonesia. Selain memiliki landasan nilai keagamaan dan akhlak, santri juga perlu didorong untuk menguasai keterampilan, teknologi, serta kemampuan berwirausaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan dan moral bangsa, tetapi juga harus memiliki kesempatan untuk tumbuh sebagai wirausaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menilai, pesantren memiliki potensi strategis dalam melahirkan generasi produktif sekaligus mengembangkan ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pesantren, pelaku UMKM, asosiasi pengusaha, dan dunia usaha perlu diperluas agar tercipta akses pelatihan, pendampingan bisnis, kemitraan, serta pemasaran produk.
Sebagai Ketua Umum HIPNUSA, Aditya menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar potensi santri dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda.
“Selamat Hari Santri Nasional. Mari kita perkuat ilmu, akhlak, dan kemandirian. Santri berdaya, ekonomi umat berjaya, Indonesia semakin maju,” tutup Muhammad Aditya Prabowo.









